This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Vrydag 21 Junie 2013
Dinsdag 14 Mei 2013
PEMELIHARAAN PESAWAT RADIODIAGNOSTIK
Tujuan Pemeliharaan Pesawat Radio Diagnostik
- Safe
Mengidentifikasi pesawat dari kemungkinan adanya bahaya yang mungkin
timbul sehingga dapat dicegah sebelum terjadi
- Reliable
Melaksanakan pmeliharaan secara rutin, serta melaksanakan perbaikan bila
terjadi penyimpangan sehingga pesawat dapat digunakan ketika diperlukan
- Upgradeable
Melaksanakan update dan upgrade pada hardware ataupun software
sehingga pesawat dapat mengikuti perkembangan software ataupun hardware
- Quality Assurance
Melaksanakan pemeriksaan dan kalibrasi out put dari pesawat sehingga dapat
dipastikan bahwa kwalitas peralatan selalu terjaga seperti baru.
- Cost Saving
Biaya pemeliharaan dapat dikendalikan, sehingga total biaya operasional dari
pesawat dapat ditekan
- Investment Protections
Pesawat dapat digunakan secara optimal pada jangka waktu yang sesuai
dengan yang direncanakan
Pelaksanaan Pemeliharaan Meliputi :
- Safety Inspections
Pemeriksaan system keamanan pada peralatan untuk menghindari dari
bahaya bahaya, mechanik, listrik dan radiasi
- Preventive maintenance
Pemeriksaan kondisi alat secara berkala untuk menjaga pesawat dari
Kebersihan, Pelumasan dan Keausan serta pengukuran-pengukuran agar
output Pesawat selalu stabil
- Image Quality Check
Pemeriksaan Image quality secara berkala untuk menjaga kwalitas sehingga
tidak ada catat atau penurunan kwalitas selama peralatan masih digunakan
- Corrective Maintenance
Melakukan perbaikan dengan cepat dan tepat bila terjadi kerusakan dengan
nggantian spare part yang asli bila diperlukan
- System Upgrade
Pelaksanakan modifikasi pada peralatan sesuai perintah atau anjuran dari
pabrik agar hardware dan software dapat mengikuti perkembangan teknologi
- System Dokumentasi
Semua aktifitas pemeliharaan harus terdokumentasi
Safety Inspections dan Pengendalian Potensi Bahaya
1. Pengendalian Potensi bahaya mekanik.
- Pergerakan peralatan melampoi batas maksimum.
Pastikan collision protection bekerja dengan baik
- Bagian peralatan lepas/ jatuh
Pastikan baut dan mur tidak kendor
- Kabel baja putus
Pastikan serat kabel baja tidak ada yang putus.
2. Pengendalian Potensi Bahaya Listrik
- Kontak body,
pastikan pengaman kebocoran Listrik(ELCB) dan System grounding
berfungsi (tidak nyetrum)
- Hubungan singkat , korsleting atau short Circuit
Pastikan sekering (Fuse) sesuai dengan data
3. Pengendalian Potensi bahaya Radiasi
- Radiasi hambur
Pastikan pelindung radiasi terpasang dan masih berfungsi
- Lapangan Radiasi.
Pastikan bahwa kolimator berfungsi dengan baik
- Indicator radiasi
Pastikan lampu indikator radiasi menyala pada saat exposure
Preventive Maintenance Pada Pesawat Radio Diagnostic
1. Kebersihan
Setelah digunakan Pesawat selalu dibersihkan dari cairan yang tumpah dari
pasien karena akan membuat peralatan menjadi cepat berkarat, atau sisa
bahan kontras dapat membuat cacat pada gambar.
Gunakan bahan pembersih sesuai rekomendasi pabrik
2. Pelumasan
Bagian bagian yang bergerak perlu diberi pelumas seperti roda gigi serta roda
penggerak lainnya.
Bahan pelumas harus sesuai dengan rekomendasi dari pabrik
3. Pengukuran-pengukuran
Pengukuran Power Supply, Pastikan semua power supply masih sesuai
dengan kebutuhan. Apabila terjadi penyimpangan harus diset kembali sesuai
dengan toleransi yang diperbolehkan.
Pengukuran lain-lainnya sesuai dengan petuntuk pemeliharaan
pesawat tersebut
4. Pemeriksaan Fungsi Pesawat
Pastikan semua fungsi pada pesawat tersebut dapat berfungsi dengan baik,
sesuai dengan batas toleransi yang diizinkan.
5. Kalibrasi
Output dari pesawat harus dikalibrasi, agar bila ada penyimpangan dapat
dikoreksi segera. Kalibrasi dilakukan oleh badan yang berwenang seperti
BPFK
Image Quality Check Pada Pesawat Radio Diagnostik
Image quality check harus dilakukan secara komprehensif, meliputi beberapa bagian seperti :
1. Fasilitas Kamar Gelap, seperti Automatic Processing harus sudah
terkalibrasi dan Film dan bahan kimia untuk proses pencuciannya harus
dalam keadaan baik dan tidak kadaluarsa
2. Peralatan (tools) dan instrumen alat ukur image Quality check harus dalam
keadaan baik dan terkalibrasi.
3. Pesawat harus sudah dikalibrasi, dengan penyimpangan yang seminimal
mungkin dan masih dalam batas toleransi.
Corrective Maintenance Pada Pesawat Radio Diagnostic
- Trouble shooting
Dimulai dari analisa laporan kerusakan, oleh sebab itu laporan harus dibuat
sesuai dengan kronologi kejadian kerusakan, sehingga pekerjaan perbaikan
menjadi lebih terarah dan lebih cepat diatasi.
- Penggantian suku cadang
Jika diperlukan penggantian suku cadang sangat dianjurkan menggunakan
suku cadang asli dari pabrik. Memodifikasi dari merk lain sangat tidak
dianjurkan karena dapat menyebabkan kerusakan pada bagian lain.
- Readjustment
Setelah dilakukan peralatan berfungsi seperti sedia kala, harus dilakukan
readjustment agar tidak terjadi penyimpangan pada out put pesawat.
- Uji fungsi
Sebelum pesawat digunakan dengan pasien, ujui fungsi harus dilakukan untuk
memastikan bahwa pesawat telah benar-benar kembali berfungsi dengan baik.
Modifikasi upgrade/update Pesawat Radio Diagnostik
Safety Update
Secara periodik biasanya pabrik melakukan evaluasi semua peralatan yang sudah terpasang. Ketika ditemukan ada peralatan yang berpotensi bahaya, maka pabrik akan memodifikasi seluruh peralatan yang terpasang. Modifikasi yang menyangkut masalah keamanan bersifat mandatory atau wajib.
Hardware Upgrade
Kemajuan teknologi Hardware pada pesawat radio diagnostik lebih cepat daripada kemajuan dari pesawat radio diagnostik itu sendiri. Oleh sebab itu dalam jangka waktu tertentu pabrik menganjurkan untuk mengganti hardware dari pesawat tersebut sehingga dapat mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengganti peswat secara keseluruhan.
Software Upgrade
Software development dipabrik selalu mengembangkan software untuk pesawat radio diagnostik, maka bila ditemukan software yang lebih sempurna, pabrik akan menganjurkan untuk pelaksanaan software upgrade dengan cara mereload system disk atau menganti eprom
Dokumentasi Maintenance Pesawat Radio Diagnostik
Logbook
Pada pesawat radio dignostik diperlukan Logbook, dimana ketika operator menemukan penyimpangan atau kerusakan pada pesawat yang sedang digunakan diwajibkan untuk mencatat pada logbook.
Ketika teknisi selesai memperbaiki pesawat tersebut, diwajibkan pula untuk mencatat apa yang dilakukan dalam perbaikan, dan suku cadang apa yang diganti. Sehingga pesawat mempunyai rekaman kondisi yang dapat digunakan sebagai referensi maintenance
Maintenance Check List
Pekerjaan preventive maintenance harus dilaksanakan berdasarkan check list, sehingga urutan pekerjaan dapat terlaksana dengan baik tanpa ada yang tertinggal dan tidak munkin pula terjadi pengulangan.
Safety update report
Safety update report berdasarkan nomer mandatory dari pabrik , apa yang dikerjakan , suku cadang apa yang digunakan dan efek bahaya apa yang eliminasi
Hardware upgrade report
Hardware upgrade report berdasarkan nomer rekomendasi dari pabrik , apa yang dikerjakan, suku cadang apa yang digunakan.
Software upgrade Report
Software upgrade Report berdasarkan nomer rekomendasi dari pabrik , apa yang dikerjakan, suku cadang apa yang digunakan, apa kelebihan dari upgrade tersebut
APA YANG DIPERLUKAN
- Sumber Daya Manusia
Operator/Radiographer yang kompeten, terlatih dan bekerja sesuai dengan buku petunjuk penggunaan dari pabrik dan mempunyai standat operating procedure.
Service Engineer yang kompeten serta terlatih
- Tools dan Alat ukur yang terkalibrasi
Peralatan harus sesuai dengan kebutuhan
Alat ukur harus dikalibrasi oleh badan kalibrasi yang terakreditasi
- Jaminan penyediaan suku cadang
Suku cadang harus terjamin ketersediaannya sampai dengan batas usia
maksimum yang dijanjikan oleh pabrik
- Dokumen
Petunjuk pemeliharaan, Check list Pemeliharaan, Update Peralatan,
Laporan aktvitas pemeliharaan, harus. Catatan kerusakan terdokumentasi
dengan baik
- Pengendalian
Seluruh aktivitas maintenance dikendalikan oleh management service.
Sehingga pelaksanaan maintenance dapat terkoordinasi dengan baik,
serta menjadi lebih efisien
KESULITAN YANG DIHADAPI
KURANGYA PENGETAHUAN AKAN PENTINGNYA PEMELIHARAAN
• Perecanaan biaya pemeliharaan tidak diperioritaskan.
• Pemeliharaan hanya dilakukan bila terjadi kerusakan
• Kesulitan biaya untuk pengadaan sparepart
KETERBATASAN TEKNISI PADA PENGETAHUAN MAINTENANCE
• Tidak pernah dilatih untuk pengetahuan Pesawat apalagi dan pelatihan pemlihraan
• Sering salah diagnosa sehingga alat tambah rusak
TIDAK ADANYA DUKUNGAN TEKNIS DARI PABRIK
• Alat sudah diskontinyu
• Spare part sudah tidak diproduksi lagi
• Pabrik sudah tutup
- Safe
Mengidentifikasi pesawat dari kemungkinan adanya bahaya yang mungkin
timbul sehingga dapat dicegah sebelum terjadi
- Reliable
Melaksanakan pmeliharaan secara rutin, serta melaksanakan perbaikan bila
terjadi penyimpangan sehingga pesawat dapat digunakan ketika diperlukan
- Upgradeable
Melaksanakan update dan upgrade pada hardware ataupun software
sehingga pesawat dapat mengikuti perkembangan software ataupun hardware
- Quality Assurance
Melaksanakan pemeriksaan dan kalibrasi out put dari pesawat sehingga dapat
dipastikan bahwa kwalitas peralatan selalu terjaga seperti baru.
- Cost Saving
Biaya pemeliharaan dapat dikendalikan, sehingga total biaya operasional dari
pesawat dapat ditekan
- Investment Protections
Pesawat dapat digunakan secara optimal pada jangka waktu yang sesuai
dengan yang direncanakan
Pelaksanaan Pemeliharaan Meliputi :
- Safety Inspections
Pemeriksaan system keamanan pada peralatan untuk menghindari dari
bahaya bahaya, mechanik, listrik dan radiasi
- Preventive maintenance
Pemeriksaan kondisi alat secara berkala untuk menjaga pesawat dari
Kebersihan, Pelumasan dan Keausan serta pengukuran-pengukuran agar
output Pesawat selalu stabil
- Image Quality Check
Pemeriksaan Image quality secara berkala untuk menjaga kwalitas sehingga
tidak ada catat atau penurunan kwalitas selama peralatan masih digunakan
- Corrective Maintenance
Melakukan perbaikan dengan cepat dan tepat bila terjadi kerusakan dengan
nggantian spare part yang asli bila diperlukan
- System Upgrade
Pelaksanakan modifikasi pada peralatan sesuai perintah atau anjuran dari
pabrik agar hardware dan software dapat mengikuti perkembangan teknologi
- System Dokumentasi
Semua aktifitas pemeliharaan harus terdokumentasi
Safety Inspections dan Pengendalian Potensi Bahaya
1. Pengendalian Potensi bahaya mekanik.
- Pergerakan peralatan melampoi batas maksimum.
Pastikan collision protection bekerja dengan baik
- Bagian peralatan lepas/ jatuh
Pastikan baut dan mur tidak kendor
- Kabel baja putus
Pastikan serat kabel baja tidak ada yang putus.
2. Pengendalian Potensi Bahaya Listrik
- Kontak body,
pastikan pengaman kebocoran Listrik(ELCB) dan System grounding
berfungsi (tidak nyetrum)
- Hubungan singkat , korsleting atau short Circuit
Pastikan sekering (Fuse) sesuai dengan data
3. Pengendalian Potensi bahaya Radiasi
- Radiasi hambur
Pastikan pelindung radiasi terpasang dan masih berfungsi
- Lapangan Radiasi.
Pastikan bahwa kolimator berfungsi dengan baik
- Indicator radiasi
Pastikan lampu indikator radiasi menyala pada saat exposure
Preventive Maintenance Pada Pesawat Radio Diagnostic
1. Kebersihan
Setelah digunakan Pesawat selalu dibersihkan dari cairan yang tumpah dari
pasien karena akan membuat peralatan menjadi cepat berkarat, atau sisa
bahan kontras dapat membuat cacat pada gambar.
Gunakan bahan pembersih sesuai rekomendasi pabrik
2. Pelumasan
Bagian bagian yang bergerak perlu diberi pelumas seperti roda gigi serta roda
penggerak lainnya.
Bahan pelumas harus sesuai dengan rekomendasi dari pabrik
3. Pengukuran-pengukuran
Pengukuran Power Supply, Pastikan semua power supply masih sesuai
dengan kebutuhan. Apabila terjadi penyimpangan harus diset kembali sesuai
dengan toleransi yang diperbolehkan.
Pengukuran lain-lainnya sesuai dengan petuntuk pemeliharaan
pesawat tersebut
4. Pemeriksaan Fungsi Pesawat
Pastikan semua fungsi pada pesawat tersebut dapat berfungsi dengan baik,
sesuai dengan batas toleransi yang diizinkan.
5. Kalibrasi
Output dari pesawat harus dikalibrasi, agar bila ada penyimpangan dapat
dikoreksi segera. Kalibrasi dilakukan oleh badan yang berwenang seperti
BPFK
Image Quality Check Pada Pesawat Radio Diagnostik
Image quality check harus dilakukan secara komprehensif, meliputi beberapa bagian seperti :
1. Fasilitas Kamar Gelap, seperti Automatic Processing harus sudah
terkalibrasi dan Film dan bahan kimia untuk proses pencuciannya harus
dalam keadaan baik dan tidak kadaluarsa
2. Peralatan (tools) dan instrumen alat ukur image Quality check harus dalam
keadaan baik dan terkalibrasi.
3. Pesawat harus sudah dikalibrasi, dengan penyimpangan yang seminimal
mungkin dan masih dalam batas toleransi.
Corrective Maintenance Pada Pesawat Radio Diagnostic
- Trouble shooting
Dimulai dari analisa laporan kerusakan, oleh sebab itu laporan harus dibuat
sesuai dengan kronologi kejadian kerusakan, sehingga pekerjaan perbaikan
menjadi lebih terarah dan lebih cepat diatasi.
- Penggantian suku cadang
Jika diperlukan penggantian suku cadang sangat dianjurkan menggunakan
suku cadang asli dari pabrik. Memodifikasi dari merk lain sangat tidak
dianjurkan karena dapat menyebabkan kerusakan pada bagian lain.
- Readjustment
Setelah dilakukan peralatan berfungsi seperti sedia kala, harus dilakukan
readjustment agar tidak terjadi penyimpangan pada out put pesawat.
- Uji fungsi
Sebelum pesawat digunakan dengan pasien, ujui fungsi harus dilakukan untuk
memastikan bahwa pesawat telah benar-benar kembali berfungsi dengan baik.
Modifikasi upgrade/update Pesawat Radio Diagnostik
Safety Update
Secara periodik biasanya pabrik melakukan evaluasi semua peralatan yang sudah terpasang. Ketika ditemukan ada peralatan yang berpotensi bahaya, maka pabrik akan memodifikasi seluruh peralatan yang terpasang. Modifikasi yang menyangkut masalah keamanan bersifat mandatory atau wajib.
Hardware Upgrade
Kemajuan teknologi Hardware pada pesawat radio diagnostik lebih cepat daripada kemajuan dari pesawat radio diagnostik itu sendiri. Oleh sebab itu dalam jangka waktu tertentu pabrik menganjurkan untuk mengganti hardware dari pesawat tersebut sehingga dapat mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengganti peswat secara keseluruhan.
Software Upgrade
Software development dipabrik selalu mengembangkan software untuk pesawat radio diagnostik, maka bila ditemukan software yang lebih sempurna, pabrik akan menganjurkan untuk pelaksanaan software upgrade dengan cara mereload system disk atau menganti eprom
Dokumentasi Maintenance Pesawat Radio Diagnostik
Logbook
Pada pesawat radio dignostik diperlukan Logbook, dimana ketika operator menemukan penyimpangan atau kerusakan pada pesawat yang sedang digunakan diwajibkan untuk mencatat pada logbook.
Ketika teknisi selesai memperbaiki pesawat tersebut, diwajibkan pula untuk mencatat apa yang dilakukan dalam perbaikan, dan suku cadang apa yang diganti. Sehingga pesawat mempunyai rekaman kondisi yang dapat digunakan sebagai referensi maintenance
Maintenance Check List
Pekerjaan preventive maintenance harus dilaksanakan berdasarkan check list, sehingga urutan pekerjaan dapat terlaksana dengan baik tanpa ada yang tertinggal dan tidak munkin pula terjadi pengulangan.
Safety update report
Safety update report berdasarkan nomer mandatory dari pabrik , apa yang dikerjakan , suku cadang apa yang digunakan dan efek bahaya apa yang eliminasi
Hardware upgrade report
Hardware upgrade report berdasarkan nomer rekomendasi dari pabrik , apa yang dikerjakan, suku cadang apa yang digunakan.
Software upgrade Report
Software upgrade Report berdasarkan nomer rekomendasi dari pabrik , apa yang dikerjakan, suku cadang apa yang digunakan, apa kelebihan dari upgrade tersebut
APA YANG DIPERLUKAN
- Sumber Daya Manusia
Operator/Radiographer yang kompeten, terlatih dan bekerja sesuai dengan buku petunjuk penggunaan dari pabrik dan mempunyai standat operating procedure.
Service Engineer yang kompeten serta terlatih
- Tools dan Alat ukur yang terkalibrasi
Peralatan harus sesuai dengan kebutuhan
Alat ukur harus dikalibrasi oleh badan kalibrasi yang terakreditasi
- Jaminan penyediaan suku cadang
Suku cadang harus terjamin ketersediaannya sampai dengan batas usia
maksimum yang dijanjikan oleh pabrik
- Dokumen
Petunjuk pemeliharaan, Check list Pemeliharaan, Update Peralatan,
Laporan aktvitas pemeliharaan, harus. Catatan kerusakan terdokumentasi
dengan baik
- Pengendalian
Seluruh aktivitas maintenance dikendalikan oleh management service.
Sehingga pelaksanaan maintenance dapat terkoordinasi dengan baik,
serta menjadi lebih efisien
KESULITAN YANG DIHADAPI
KURANGYA PENGETAHUAN AKAN PENTINGNYA PEMELIHARAAN
• Perecanaan biaya pemeliharaan tidak diperioritaskan.
• Pemeliharaan hanya dilakukan bila terjadi kerusakan
• Kesulitan biaya untuk pengadaan sparepart
KETERBATASAN TEKNISI PADA PENGETAHUAN MAINTENANCE
• Tidak pernah dilatih untuk pengetahuan Pesawat apalagi dan pelatihan pemlihraan
• Sering salah diagnosa sehingga alat tambah rusak
TIDAK ADANYA DUKUNGAN TEKNIS DARI PABRIK
• Alat sudah diskontinyu
• Spare part sudah tidak diproduksi lagi
• Pabrik sudah tutup
CT Angiografi
Pada era sekarang pemeriksaan CT
dengan menggunakan Multi Slice CT memungkinkan dilakukannya pemeriksaan
Angiografi (pembuluh darah arteri), yang dikenal dengan istilah
pemeriksaan CTA (CT angiografi). Hal ini dapat terjadi karena MSCT
memiliki kemampuan dan kecepatan yang tinggi dan resolusi gambar yang
baik sehingga mampu mendapatkan hasil pemeriksaan CT yang sangat baik,
detail dan informative, dulunya mungkin hanya bisa dilakukan dengan
Angiografi konvensional (kateterisasi). Pemeriksaan ini berkembang
seiring dengan peningkatan kemampuan alat CT itu sendiri (baik dari sisi
kecepatan maupun detail gambar) dan ditambah dengan teknik CTA ini yang
dirasa lebih non invasive (relative lebih nyaman buat pasien).
Adapun teknik pemeriksaan CT
Angiografi yang dapat dilakukan dengan MSCT adalah : Cerebral, Carotis,
Aorta, beserta cabang aterinya (art. Coeliac, Hepatik, Lienalis,
Renalis, Mescentrika Sup. dan Inf.) Iliaca sampai ke peripheral
(Femoralis dan Tibialis), Cardiac (MSCT 64 slice keatas) dan pembuluh
darah arteri lainnya.
Pada pembahasan ini , akan
dijelaskan Mengenai teknik pemeriksaan CT Angiografi satu per satu yang
dimulai dari persiapan, parameter dan teknik scanning serta post
processing untuk mendapatkan hasil akhir (gambar) yang diperlukan ,
secara ringkas dijelaskan sebagai berikut :
CT Angio CerebralAlat dan Bahan :
(Merupakan standar yang sering dipakai di lapangan, merk dan type diserahkan pada masing-masing user):
1. Abbocath / Venflon/ sureflow No. 18 atau 20 : 1
2. Threeway stopcock : 1
3. Spuit 20 cc : 1
4. Spuit 1 cc : 1
5. Syringe Connector : 1
6. Syringe Injector : 1
7. Bahan contrast (Iopamiro / optiray / ultravist / omnipaque) = 60 - 70 cc
8. Water for injection / NaCl : 50 cc
Persiapan :
- Puasa minimal 3 s/d 4 jam sebelum pemeriksaan
- Periksa ureum creatinin
- Pasang sureflow + Threeway sedapat mungkin pada vena antecubital kanan
- Cek patensi dengan menyuntikan 15-20 cc dan flowrate 4 cc/s NaCL melalui threeway
Posisi dan prosedur:
- Supine, head first
- Gunakan protocol CTA Cerebral telah dibuat dengan Tehnik Bolus Tracking
- Buat topogram area kepala
- Atur FoV untuk mencakup seluruh wilayah arteri cerebral (lihat gambar.1)
- Letakkan premonitoring pada kretinggian cervical 2-3
- Letakkan trigger (ROI) pada arteri carotis interna dan set IV Bolus pada 100 HU
- Atur volume kontras 60 – 70 cc Atau dengan formula ( Vol CM= scan time x flow rate)
- Flow rate diset 3 - 4 cc / detik
- Start injeksi berbarengan dengan start scanning
- Perhatikan gambar, jika ternyata trigger (ROI) meleset dan terjadi enhancement di tempat lain, tekan start secara manual
Post Processing:
- Buat recon tertipis yang dimungkinkan (0,6 mm dan recon increment 0,4) dengan window CT angio dan Kernels Smooth (H10s – H20s)
- Proses dalam 3D dalam bentuk MIP Thin
- Atur ketebalan MIP (klik kanan) antara 20 – 30
- Cari dan perlihatkan : ACA, ACM, ACP, Circle of Willis, Basillaris dan Arteri Vertebralis-basilaris
- Type gambar yang dicetak MIP Thin, dan VRT.
- Cetak gambar di film sejumlah + 9 s/d 12 gambar dan pada kertas 4 s/d 6 gambar.
Protocol Scan :
Sensation 64 HeadAngio 2nd reconstr.
kV 100
Effective mAs/Quality ref. mAs 160
Rotation time 0.500 sec.
Acquisition 64 x 0.6 mm
Slice collimation 0.6 mm
Slice width 4.0 mm 0.6 mm
Feed/Rotation 23.0 mm
Pitch Factor 1.20
Increment 4.00 mm 0.4 mm
Kernel H20f H10f
CTDIVol 15.2 mGy
Effective dose Male: 0.62mSv
Female: 0.67 mSv
Sumber
http://www.babehedi.com/search/label/CT%20ANGIO%20CEREBRAL
CT Angio Carotis
Pemeriksaan daerah arteri carotis bertujuan untuk mengevaluasi fungsi
dan anatomi arteri carotis eksterna dan Interna pada pasien dengan
keluhan (pada umumnya bersifat screening atau post op); migraen, stroke
ischemic, dan adanya malfunction pada arteri tersebut. Keberadaan
stenosis akibat adanya calcification atau soft plaque pada arteri
carotis dapat diperlihatkan dengan jelas.
Alat dan Bahan :
(Merupakan standar yang sering dipakai di lapangan, merk dan type diserahkan pada masing masing user)
1. Abbocath / Venflon/ sureflow No. 18 atau 20 : 1
2. Threeway stopcock : 1
3. Spuit 20 cc : 1
4. Spuit 1 cc : 1
5. Syringe Connector : 1
6. Syringe Injector : 1
7. Bahan contrast (Iopamiro / optiray / ultravist / omnipaque) = 60 cc
8. Water for injection / NaCl : 50 cc
Persiapan
- Puasa minimal 3 s/d 4 jam sebelum pemeriksaan
- Periksa ureum creatinin
- Pasang sureflow + Threeway sedapat mungkin pada vena antecubital kanan
- Cek patensi dengan menyuntikan 15-20 cc NaCL melalui threeway
Posisi dan prosedur:
- Supine, head first
- Gunakan protocol CTA Carotis
- Buat topogram area leher
- Atur FoV untuk mencakup seluruh wilayah dari level T2 - Maxilla
- Letakkan premonitoring pada ketinggian T2 setinggi arcus aorta (Arcus Ao)
- Letakkan trigger pada arcus aorta dan set IV Bolus pada 100 HU (Teknik Bolus Tracking)
Jika ingin menggunakan setting delay time maka buat setting delay time pada 12 detik s/d 16 detik
(tergantung alat CT yang dipakai)
- Atur volume kontras 60 – 70 cc Atau dengan formula :
Vol CM = (scan time + 2) x flow rate
- Flow rate diset 3 - 4 cc / detik
- Start injeksi berbarengan dengan start scanning/exposure
Post Processing
- Buat recon tertipis yang dimungkinkan (0,6 mm dan recon increment 0,4) dengan window CT angio dan
Kernels Smooth (H10s – H20s)
- Proses dalam 3D dalam bentuk MIP Thin
- Atur ketebalan MIP (klik kanan) antara 20 – 30
- Cari dan perlihatkan : Arteri Carotis dalam berbagai sisi
- Type gambar yang dicetak MIP Thin, dan VRT.
- Cetak gambar di film sejumlah+ 9 s/d 12 gambar dan pada kertas 4 s/d 6 gambar.
Alat dan Bahan :
(Merupakan standar yang sering dipakai di lapangan, merk dan type diserahkan pada masing masing user)
1. Abbocath / Venflon/ sureflow No. 18 atau 20 : 1
2. Threeway stopcock : 1
3. Spuit 20 cc : 1
4. Spuit 1 cc : 1
5. Syringe Connector : 1
6. Syringe Injector : 1
7. Bahan contrast (Iopamiro / optiray / ultravist / omnipaque) = 60 cc
8. Water for injection / NaCl : 50 cc
Persiapan
- Puasa minimal 3 s/d 4 jam sebelum pemeriksaan
- Periksa ureum creatinin
- Pasang sureflow + Threeway sedapat mungkin pada vena antecubital kanan
- Cek patensi dengan menyuntikan 15-20 cc NaCL melalui threeway
Posisi dan prosedur:
- Supine, head first
- Gunakan protocol CTA Carotis
- Buat topogram area leher
- Atur FoV untuk mencakup seluruh wilayah dari level T2 - Maxilla
- Letakkan premonitoring pada ketinggian T2 setinggi arcus aorta (Arcus Ao)
- Letakkan trigger pada arcus aorta dan set IV Bolus pada 100 HU (Teknik Bolus Tracking)
Jika ingin menggunakan setting delay time maka buat setting delay time pada 12 detik s/d 16 detik
(tergantung alat CT yang dipakai)
- Atur volume kontras 60 – 70 cc Atau dengan formula :
Vol CM = (scan time + 2) x flow rate
- Flow rate diset 3 - 4 cc / detik
- Start injeksi berbarengan dengan start scanning/exposure
Post Processing
- Buat recon tertipis yang dimungkinkan (0,6 mm dan recon increment 0,4) dengan window CT angio dan
Kernels Smooth (H10s – H20s)
- Proses dalam 3D dalam bentuk MIP Thin
- Atur ketebalan MIP (klik kanan) antara 20 – 30
- Cari dan perlihatkan : Arteri Carotis dalam berbagai sisi
- Type gambar yang dicetak MIP Thin, dan VRT.
- Cetak gambar di film sejumlah
Gambar MIP Thin, VRT dan MIP Carotis
Diposkan oleh
Aplikasi Klinis CT Scan
Teken in op:
Opmerkings (Atom)












